The Blog

RecTra Consulting bekerjasama dengan Himpunan Mahasswa Teknologi Hasil Pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi, merasa terpanggil untuk menjadi bagian penting dalam program inklusi keuangan dan literasi teknologi keuangan, melalui acara Seminar Nasional dengan mengusung tema “Manfaat Fintech dalam Dunia Bisnis di Indonesia”

Turut hadir dalam kegiatan ini (dari sebelah kiri) Ervina Aprianti (Sub Bagian Pengawasan OJK Provinsi Jambi); Ir. Surhaini, M.P. (Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian); Ir. Hj. Sri Anggunaini, M.Si. ; (Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi dan Pembangunan); Eric Fernardo selaku Government & Public Relation PT Glotech Prima Vista (Do-It); Catherine Ikadewi (CEO & Founder RecTra Consulting); Addion Nizori, S.Tp., M. Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Negeri Jambi); Peter Febian (Head of Corporate Communication of Dokter Dana PT Digital Dana Technology)

Seminar ini berlangsung pada hari Selasa 18 Februari 2020 di Gedung Aula Pascasarjana, Universitas Jambi .

Perusahaan financial technology peer-to-peer lending (P2P Lending) PT Glotech Prima Vista (Do-It) aktif serta pada acara ini, dimana dihadiri ratusan mahasiswa yang antusias memahami peranan fintech dalam perekonomian Indonesia.

Teknologi Finansial, atau yang akrab disebut sebagai Financial Technology (FinTech), telah hadir diantara kita, dan menjanjikan banyak kemudahan bagi kita semua untuk melakukan kegiatan bisnis & transaksi finansial.

Sayangnya, tidak semua produk FinTech Peer-to-Peer (P2P) Lending diciptakan sama. Masih ada sejumlah produk FinTech berupa Pinjaman Online, atau “PinJol”, yang tidak diakui legalitas resminya oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hingga akhir tahun 2019, OJK telah merilis 164 nama aplikasi FinTech legal yang aman digunakan oleh masyarakat luas, termasuk kalangan UMKM. Namun di luar sana, masih ada lebih dari 1.200 produk

Ketua HIMATEHTA-THP UNJA

 “Melalui kegiatan Seminar Nasional ini diharapkan menciptakan SDM unggul sehingga mampu meningkatkan jumlah entrepreneur Indonesia dimana saat ini persentase wirausaha Indonesia hanya 3,10 persen dari jumlah penduduk, hal ini masih jauh dibandingkan negara-negara maju. Oleh karena itu kami dari mahasiswa berupaya menjadi serta meningkatkan entrepreneur dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, pengembangan UMKM dan tentu saja bekerja sama dengan stakeholder terkait (fintech) agar upaya ini berhasil,” ujar Daniel Tua Purba (Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi).

“Fintech Do-It memiliki tujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kami ingin meningkatkan potensi ekonomi Provinsi Jambi baik di masyarakat perkotaan ataupun desa melalui ekosistem ekonomi kerakyatan dengan berbagai mitra,” ungkap Eric Fernardo selaku Government & Public Relation PT Glotech Prima Vista (Do-It).

Meningkatkan wirausaha Indonesia sangat penting berdasarkan potensi daerah, terlebih dengan setuhan teknologi pada komoditas pertanian  sehingga mampu menambah nilai jual sumber daya alam yang sangat kaya di Indonesia” pesan Addion Nizori, S.Tp., M. Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Negeri Jambi)

Sementara itu dalam sambutannya, Ibu Sri Anggunaini, Staf Ahli Gubernur Jambi mendorong fintech Do-It dapat semakin meningkatkan akses perekonomian bagi masyarakat.

Harapan juga diutarakan OJK Provinsi Jambi “Semoga bisa segera mensinergikan kegiatan OJK Jambi dengan pelaku usaha Fintech untuk UMKM,” turup Ervina Aprianti (Sub Bagian Pengawasan OJK Provinsi Jambi.